Sejarah Pengadilan

Pengadilan Agama Kasongan dalam Bingkai Sejarah Pengadilan Baru di Indonesia

 

A. Latar Belakang

Pengadilan Agama Kasongan adalah salah satu dari 85 Pengadilan baru di Indonesia. Dari jumlah itu 30 (tiga puluh) adalah Pengadilan Negeri, 50 (lima puluh) Pengadilan Agama, dan 3 (tiga) Mahkamah Syar’iyah serta 2 (dua) Pengadilan Tata Usaha Negara.

Adapun di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah, terdapat 7 (tujuh) pengadilan agama baru, yaitu Pengadilan Agama Nanga Bulik, Pengadilan Agama Sukamara, Pengadilan Agama Kuala Pembuang, Pengadilan Agama Kasongan, Pengadilan Agama Tamiyang Layang, Pengadilan Agama Pulang Pisau, dan Pengadilan Agama Kuala Kurun.

Berdasarkan data tersebut di atas, Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah merupakan wilayah provinsi dengan jumlah pengadilan agama baru terbanyak yaitu 7 (tujuh) pengadilan, disusul Sumatera Selatan dan Lampung, yang masing-masing mendapat 5 (lima) pengadilan agama baru. Dengan jumlah itu, Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah pun memegang rekor Pemilik Pengadilan Agama baru terbanyak bahkan lebih banyak dari jumlah pengadilan asal yang sudah ada yang hanya berjumlah 6 (enam) pengadilan agama.

Banyaknya jumlah pengadilan agama baru di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah, memiliki konsekuensi besarnya kebutuhan akan Sumber Daya Manusia. Selain itu, dilihat dari segi hubungan Pengadilan Agama Induk dan Pengadilan Agama Pemekaran, maka sudah dapat dipastikan adanya satu Pengadilan Agama Induk mengurusi lebih dari satu pengadilan agama baru.

Konsekuensi lain dari keadaan ini, adalah bahwa Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan tengah menjadi pengadilan tinggi agama yang paling banyak membangun kerjasama dengan pemerintah daerah.

B. Dasar Hukum

Pengadilan Agama Kasongan dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 13 Tahun 2016 tentang  Pembentukan pengadilan Agama Nanga Bulik, Pengadilan Agama Sukamara, Pengadilan Agama Kuala Pembuang, Pengadilan Agama Kasongan, Pengadilan Agama Tamiyang Layang, Pengadilan Agama Pulang Pisau, Pengadilan Agama Kuala Kurun, Pengadilan Agama Penajam, Pengadilan Agama Sendawar, Pengadilan Agama Belopa, Pengadilan Agama Pasangkayu, Pengadilan Agama Malili, Pengadilan Agama Ampana, Pengadilan Agama Wangiwangi, Pengadilan Agama Lasusua, Pengadilan Agama Rumbia, Pengadilan Agama Lolak, Pengadilan Agama Bolaang Uki, Pengadilan Agama Boroko, Pengadilan Agama Tutuyan, Pengadilan Agama Suwawa, Pengadilan Agama Kwandang, Pengadilan Agama Dataran Hunipopu, Pengadilan Agama Dataran Hunimoa, Pengadilan Agama Namlea, dan Pengadilan Agama Kaimana.

Selain Keppres Nomor 13 Tahun 2016, pengadilan Agama baru juga dibentuk berdasarkan pada Keppres Nomor 15 Tahun 2016, dan Keppres Nomor 16 Tahun 2016. Dari 3 (tiga) aturan hukum ini, maka total jumlah Pengadilan Agama adalah sebanyak 50 (limapuluh) Pengadilan Agama, dan 3 (tiga) Mahkamah Syar’iyyah.

Salah satu semangat terbitnya Keppres mengenai pembentukan pengadilan baru tersebut dapat dibaca dari konsiderannya yang menyatakan bahwa peraturan tersebut diterbitkan dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh keadilan dan peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat demi tercapainya penyelesaian perkara dengan sederhana, cepat, dan biaya ringan. Hal ini berarti, pembentukan pengadilan baru tidak lain dan tidak bukan adalah demi mewujudkan pelayanan hukum yang merata sekaligus menjaga prinsip penyelenggaraan peradilan yaitu sederhana, cepat dan biaya ringan.

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 Ayat (4) Keppres Nomor 13 Tahun 2016, Pengadilan Agama Kasongan berkedudukan di Kasongan. Kasongan adalah ibukota kabupaten Katingan, provinsi Kalimantan Tengah. Selama ini, wilayah Kabupaten Katingan merupakan yurisdiksi Pengadilan Agama Sampit, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Seruyan.

Sejak dibentuknya Pengadilan Agama Kasongan dan Pengadilan Agama Kuala Pembuang, maka wilayah Kabupaten Katingan menjadi yurisdiksi Pengadilan Agama Kasongan, dan Wilayah Kabupaten Seruyan menjadi yurisdiksi Pengadilan Agama Kuala Pembuang. Dengan demikian, Pengadilan Agama Sampit hanya mewilayahi yurisdiksi kabupaten Kotawaringin Timur.

Hal ini ditandaskan dalam Ketentuan Pasal 2 Ayat (4) dan Pasal 3 Ayat (4) Keppres Nomor 13 Tahun 2016, yang menyatakan bahwa Daerah hukum Pengadilan Agama Kasongan meliputi wilayah Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Sehingga dengan terbentuknya Pengadilan Agama Kasongan, maka wilayah Kabupaten Katingan dikeluarkan dari daerah hukum Pengadilan Agama Sampit.

Pada tanggal 22 Oktober 2018, Ketua Mahkamah Agung telah meresmikan 85 (delapan puluh lima) pengadilan baru di seluruh Indonesia. Salah satu dari pengadilan baru itu adalah Pengadilan Agama Kasongan. Acara peresmian dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Dan secara regional, berdasarkan instruksi dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah, Pengadilan Agama Kasongan pun telah pula melakukan ceremonial peresmian operasional kantor Pengadilan Agama Kasongan yang dilakukan oleh Bupati Katingan dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah pada hari Rabu Tanggal 5 Desember 2018.

C. Formasi Awal Pengadilan Agama Kasongan

Sejak awal diresmikan, Pengadilan Agama Kasongan dioperasionalisasi oleh 9 tenaga ASN meliputi Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, Dua Hakim, Kasubbang Umum dan Keuangan, Panitera Muda Hukum, Dua Orang Panitera Pengganti, serta empat orang tenaga honorer. Dengan demikian, aparatur perintis Pengadilan Agama Kasongan berjumlah 13 orang.

Adapun nama-nama aparatur tersebut adalah:

M. Amir Syarifuddin, S.H.I., M.H. (Wakil Ketua)

Indra Purnama Putra, S.H.I., S.H. (Hakim)

Erfani, S.H.I., M.E.Sy. (Hakim)

Drs. Anas H. Basri (Panitera)

Rahmayani, S.H.I. (Sekretaris)

Bayu Irawan, S.H.I. (Panmud Hukum)

Budi Anshori, S.E. (Kaubag Umum dan Keuangan)

Ahmad Luthfi, S.H.I. (Panitera Pengganti)

Thoyyib, S.H.I., M.H. (Panitera Pengganti)

Agus Sugianto (Pramubakti/tenaga IT)

Muhammad Syahbianoor (Supir)

Nias (Pramubakti)

Harri (Satpam/jaga malam)

D. Gedung Kantor Sementara

Pengadilan Agama Kasongan menempati gedung bekas kantor Bupati Katingan yang berlokasi di Jl. Katunen, Kelurahan Kasongan Baru, Kecamatan Katinagn Hilir, Kabupaten Katingan. Gedung ini hasil dari permohonan Pengadilan Agama Sampit sebagai Pengadilan Induk.

Dengan segala keterbatasan, Pengadilan Agama Kasongan tetap memperjuangkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Beberapa tupoksi sementara waktu dihandle oleh satu orang ASN, agar pelayanan di segala segi dapat diakomodasi.

E. Prestasi

Di awal kiprahnya Nopember dan Desember 2018, PA Kasongan menerima dan menyelesaikan 6 perkara terdiri dari Cerai Gugat dan Itsbat Nikah. Seluruh perkara tersebut berhasil diselesaikan 100%. Sehingga di tahun 2019, tidak ada tunggakan sisa perkara. Prestasi ini mendapat perhatian 'khusus' dari pimpinan tingkat banding.

Pada bulan Februari 2019, kembali PA Kasongan menjadi satu-satunya Pengadilan Agama di PTA Kalteng yang mendapat rapor Hijau SIPP.